Pengertian Sistem Integrasi
Integrasi yaitu adanya saling keterkaitan antar sub sistem sehingga data dari satu sistem secara rutin dapat melintas, menuju atau diambil oleh satu atau lebih sistem yang lain.
Sistem integrasi (integrated system) merupakan sebuah rangkaian proses untuk menghubungkan beberapa sistem komputerisasi dan software aplikasi, baik secara fisik maupun secara fungsional. Sistem terintegrasi akan menggabungkan komponen sub-sub sistem ke dalam satu sistem dan menjamin fungsi-fungsi dari sub sistem tersebut sebagai satu kesatuan sistem.
Pengintegrasian sistem informasi merupakan salah satu konsep kunci dari sistem Informasi Manajemen. Berbagi sistem dapat saling berhubungan satu dengan yang lain dengan berbagai cara yang sesuai dengan keperluannya. Aliran informasi diantara sistem sangat bermanfaat bila data dalam file suatu sistem diperlukan juga oleh sistem yang lainnya, atau output suatu sistem menjadi input bagi sistem lainnya. Secara manual juga dapat dicapai suatu integrasi tertentu, misalnya data dari satu bagian dibawa kebagian lain, dan oleh petugas administrasi data tersebut digabung dengan data dari sistem yang lain. Jadi kalau secara manual maka derajat integrasinya menjadi tinggi.
Integrasi informasi dari sebuah sistem diperlukan karena :
1. Adanya kebutuhan konstituen untuk bekerja sama antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam suatu pemerintahan.
2. Terjadinya pengolahan data antar sistem informasi tiap OPD yang saling terkait, sehingga untuk melengkapi suatu informasi dibutuhkan proses pertukaran data dengan sistem informasi yang lain.
3. Dapat memungkinkan penyediaan realtime pengaksesan data.
4. Mengubah data untuk analisis dan pertukaran data, mengatur penempatan data untuk kinerja.
E-Commerce
E-commerce atau kepanjangan dari electronic commerce, yang merupakan segala aktifitas perdagangan baik pembelian maupun penjualan yang dilakukan melalui jaringan elektronik, termasuk didalamnya adalah jaringan internet. Kegiatan jual beli ini bisa sangat luas baik jual beli barang maupun jasa, juga pengalihan data hingga dana secara elektronik.
Kegiatan e-commerce pun terbagi ke dalam beberapa jenis menurut sifat dan juga hubungan transaksi yang terjadi antar penjual dan pembeli. Berikut beberapa diantaranya.
- Business to business (B2B), di dalam e-commerce ini baik penjual maupun pembeli merupakan sebuah organisasi atau perusahaan baik berskala kecil maupun besar.
- Business to consumer (B2C), penjual barang atau jasa merupakan perusahaan atau oganisasi, sedang pembeli berasal dari kalangan individual. Seperti Lazada, Shopee dan yang lainnya.
- Consumer-to-consumer (C2C), di sini baik penjual dan juga pembeli merupakan individual yang bertemu melalui internet untuk saling meperjualbelikan barang maupun jasa. Contohnya projects.co.id, bukalapak dan masih banyak lagi yang lainnya.
- Business to employee (B2E), disini e-commerce digunakan baik oleh perusahaan maupun organisasi untuk menyediakan segala macam informasi untuk para karyawan dan pegawaina yang nantinya digunakan secara internal.
- Mobile commerce (m-commerce), mengacu pada setiap pembelian barang dan jasa melalui teknologi nirkabel, seperti smartphone misalnya saja yang ada dalam layanan Blackberry dan iPhone.
E-Business
E-business bukanlah istilah yang jauh dari e-commerce karena masih dalam lingkup yang sama yaitu bisnis. Yang membedakannya ialah cakupan dan juga jangkauan e-business yang jauh lebih luas dan tak hanya mengurusi soal transaksi secara komersial sebagaimana e-commerce tetapi juga menyediakan layanan lain yang lebih mendasar seperti penyedia layanan e-commerce. Jadi bisa dibilang e-commerce termasuk juga dalam cakupan e-business.
Perbedaan e-business & e-commerce
- E-business memiliki jangkauan yang lebih luas jika dibandingkan dengan e-commerce, meliputi modal, SDM (sumber daya manusia), segala proses pemasaran produk dan jasa hingga setiap resiko yang muncul didalamnya setelah pembelian barang maupun jasa. Sedang e-commerce, hanya sebatas pada proses jual-beli jasa atau produk melalui jaringan internet dalam wadah situs atau web saja.
- E-commerce hanya menjalankan tugasnya sebagai media transaksi jual-beli secara online saja, sedang e-business lebih ke arah edukasi dan juga menjaga agar pelanggan paham lebih banyak tentang manfaat dari sebuah produk maupun jasa yang didapat dari sebuah transakasi online.
- E-commerce hanyalah satu bagian kecil saja dari e-business,sebab e-business merupakan sebuah sistem yang lengkap dan terdiri dari banyak bagian yang menunjang jalannya sebuah bisnis terutama yang dijalankan melalui jaringan internet.
- Jika e-commerce hanya memerlukan sistem pemasaran termasuk spesifikasi dan juga analisis dalam segi penjualan saja, tetapi e-business lebih kompleks yang menyasar setiap bagian dari hulu hingga hilir sebuah bisnis.
- E-commerce pun juga dapat iktakan sebagai sebuah kegiatan dalam menarik siapapun termasuk setiap pelanggan, suplier maupun mitra untuk membeli maupun menjual barang dan jasa secara online. Sedangkan e-business bergerak dari awal, mulai dari perencanaan proses produksi, manajemen resiko, pengembangan sebuah produk maupun jasa, manajemen keuangan sebuah organisasi maupun perusahaan.
Dosen Pengampu : D. J. Anderson Butarbutar, S.E., S.Kom., M.M.